Hari Kelima di Jepang: Nishiki Market, Arashiyama, Fushimi Inari, Kyoto Tower

Hari Kelima di Jepang: Nishiki Market, Arashiyama, Fushimi Inari, Kyoto Tower

0
40
1000 Gerbang di Fushimi Inari
1000 Gerbang di Fushimi Inari

MyTravelTrip.ID – Hari kelima di Jepang, masih di sekitaran Kyoto. Aku memang sengaja membuat itinerary di Kyoto 2 hari. Awal itinerary aku membuat di Kyoto 1 hari, tapi dengar-dengar Kyoto bagus banget.

Akhirnya aku membuat ulang itinerary, di kyoto menjadi 2 hari. Memang tidak mudah membuat itineray, apalagi ke tempat yang belum pernah kita kunjungi.

FYI, aku merombak itinerary sampai 4 kertas full penuh coretan karena di dalam itinerary aku juga memasukkan tentang kuliner. Ke negara yang minoritas muslim, kita harus mempersiapkan pula tempat makan apa saja yang bisa kita nikmati. Jarang sembarangan makan ya travellers.

Seperti hari ini, aku datang ke Nishiki Market. Di kawasan Karasuma terdapat pasar ikan atau hasil laut yang bernama Nishiki Market. Tidak hanya menjual berbagai hasil laut, disana juga menjual makanan lain dan sayur-mayur.

Nishiki Market – Melihat Hasil Laut yang di Jual

Suasana Nishiki Market di Pagi Hari
Suasana Nishiki Market di Pagi Hari
Kios Ini Menjual Berbagai Macam Makanan dan Bumbu yang Sudah di Keringkan
Kios Ini Menjual Berbagai Macam Makanan dan Bumbu yang Sudah di Keringkan

Nishiki Market pada pagi hari sangat ramai sekali. Tapi ga mengurungkan niat saya untuk sebentar mengunjungi pasar ikan di Kyoto ini. Disana Menjual berbagai macam hasil laut mulai dari ikan, udang, cumi, bulu babi dll. Ada juga hasil laut yang sudah di olah menjadi gorengan dan sushi.

Kios yang Menjual Dorayaki di Nishiki Market
Kios yang Menjual Dorayaki di Nishiki Market
Kios Souvenir di Nishiki Market
Kios Souvenir di Nishiki Market

Tidak hanya hasil laut yang dijual, disana juga menjual makanan khas Jepang yaitu mochi, Dorayaki, teh hijau dll. Ada juga loh kios souvenir waah.. seru banget loh travellers.

Transaksi Beli Udang Tempura di Nishiki Market
Transaksi Beli Udang Tempura di Nishiki Market

Saat di Nishiki Market, saya dan suami menyempatkan untuk membeli udang tempura. Harga 1 udang tempura yaitu 500 yen. Mahal sekali! It’ ok, jadi pengalaman untuk saya.

Review dari saya, udangnya enak terasa segarnya jadi garing. Namun, saya tidak cocok dengan minyaknya, tenggorokan sedikit jadi gak enak.

Setelah puas di Nishiki Market, kami pun berjalan menuju Kyoto Station untuk menaruh koper kami di loker. WAAWW.!!! Ternyata Kyoto Station besaaar banget travellers, bikin aku dan suami terperanga.

Jangan takut kehabisan koin loker di Kyoto Station. Disana banyak sekali koin loker, di setiap lantai, di setiap sisi ada dan banyak. Tapi lebih baik, kalau nemu loker kosong langsung tap aja ya travellers.

Ngomong-ngomong tentang koin loker, nanti aku bikin di artikel terpisah ya. Mungkin di segmen tips travelling ke Jepang.

Sesudah menaruh koper di Koin loker, kami pun langsung ke platform kereta tujuan Arashiyama.

Arashiyama – Menikmati Bersihnya Katsura River, Udara yang Sejuk dan Rimbunnya Pohon Bambu

Yoshiya Restaurant Halal Arashiyama
Yoshiya Restaurant Halal Arashiyama

Sesampai di Arashiyama kami langsung menuju restaurant Yoshiya. Di restaurant Yoshiya menyediakan menu makanan halal. Walaupun tidak banyak menu pilihan yang halal tapi kami sangat appreciate, restaurant tersebut sudah mau menyediakan menu halal.

Oiya, di depan restaurantnya terdapat toko menjual oleh-oleh. Bagus-bagus banget, tapi sayang aku belum terpikirkan untuk membeli oleh-oleh saat itu.

Katsura River Arashiyama
Katsura River Arashiyama
Katsura River Arshiyama
Katsura River Arshiyama
Keindahan Katsura River di Siang Hari
Keindahan Katsura River di Siang Hari

Setelah selesai makan siang di restaurant Yoshiya, kami melanjutkan perjalanan menyusuri Katsura River. Bersihnya luar biasa loh travellers, luangkan waktu kalian untuk bersantai sejenak menikmati Katsura River.

Awalnya kami berpikir Bamboo Foorest ada di area Katsura River, mengikuti pelancong lainnya berjalan menyebrangi Katsura River. Sudah sampai ke dalam mengikuti travellers yang lain, loh kok ga sampai-sampai hahaa.. pas liat peta di handphone, kami nyasar..

Aliran Sungai di Arashiyama
Aliran Sungai di Arashiyama
Ketemu Pohon Momiji di Saat Nyasar di Arashiyama
Ketemu Pohon Momiji di Saat Nyasar di Arashiyama
Pohon Momiji di Arashiyama
Pohon Momiji di Arashiyama

Tapi hasil nyasar itu, aku bisa lihat pohon momiji, lihat aliran sungai yang deras dan bersih. Kami pun memutuskan untuk kembali lagi ke jalan awal, menyebrangi kembali Katsura River.

Arashiyama Bamboo Forest
Arashiyama Bamboo Forest
Arashiyama Bamboo Forest
Arashiyama Bamboo Forest

Ga usah takut kalo tanya sama petugas di Jepang tinggal bilang, “Bamboo” mereka akan langsung mengarahkan jalurnya hehe.. itulah yang sering aku lakukan dan rasakan. berjalanlah kami menuju Bamboo Forest.

Lumayan berjalan kaki sekitar 30-40 menit mungkin, kondisi jalanannya ramai sekali sama travellers. Oiya, jalanannya sedikit menanjak namun kalian ga akan terasa lelah karena kanan kiri selama perjalanan banyak toko yang menjajakan makanan, souvenir dll.

Sambil berjalan, kalian akan menemukan plang petunjuk menuju Bamboo Forest. Tidak jauh berjalan kalian sudah bisa menemukan Bamboo Forest, siapkan kamera kalian ya travellers.

Disana juga menyediakan becak khas Jepang. Becak khas Jepang tersebut namanya Jinrikisha. Jin artinya manusia, riki artinya tenaga, dan sha artinya kendaraan. So, jika digabungkan artinya kendaraan bertenaga manusia.

Kalo kata selentingan orang sih yang dorong becaknya ganteng-ganteng travellers. Jika kalian naik Jinrikisha di Arashiyama Bamboo, kalian akan diantarkan ke spot yang bagus sama si penarik becak itu.

Kebanyakan yang memakai Jinrikisha itu, orang yang memakai pakaian khas jepang (kimono). Jadi, kalian bisa berfoto dengan pakaian khas Jepang di becak dengan latar pohon bambu yang berbaris apik. Tidak diragukan, pasti hasil fotonya bagus banget travellers.

Jika kalian merencakan ke Arashiyama aku sarankan 1 hari ya travellers, karena disana indah banget. Disana juga banyak sekali toko-toko makanan yang harus kalian coba.

Menunggu Kereta Menuju Inari Station di Arashiyama Station
Menunggu Kereta Menuju Inari Station di Arashiyama Station

Waktu sudah sore, kami harus bergegas menuju Fushimi Inari. Kami melanjutkan perjalanan menggunakan kereta.

Fushimi Inari – Kuil yang Terkenal dengan 1000 Gerbang

1000 Gerbang di Fushimi Inari
1000 Gerbang di Fushimi Inari

Travellers pasti sudah pernah dengar tentang Fushimi Inari Taisha atau Fushimi Inari Shrine. Fushimi Inari Taisha terkenal dengan sederetan Torii (gerbang kuil) warna merah.

Torii ini adalah sumbangan dari banyak perusahaan di Jepang kepada kuil Inari. Hal tersebut diyakini tempat bersemayamnya dewa padi dan hasil cocok tanam.

Kuil Fushimi Inari
Kuil Fushimi Inari

Disana juga banyak patung rubah yang diyakini membawa pesan dari dewa padi. Tentu banyak spot foto yang bisa kamu foto di kuil 1400 tahun ini.

Gerbang Utama Fushimi Inari
Gerbang Utama Fushimi Inari

Fushimi Inari tidak jauh dari stasiun Inari. Keluar dari stasiun kamu sudah bisa melihat gerbang Fushimi Inari Tasiha yang besar. Jangan lupa ambil foto di gerbang depan ya hehe..

Perjalanan kami dari Bamboo Forest ke Fushimi Inari sekitar 40 menit dengan kereta. Sengaja aku buat itinerary ke Fushimi Inari di Sore hari setelah dari Arashiyama karena Fushimi Inari tidak jauh menuju Kyoto Station.

Aku datang ke Fushimi Inari sudah terlalu sore alias matahari sudah terbenam. Hal tersebut tidak membuat para pelancong mengurunkan niatnya. Dapat aku lihat masih banyak sekali para traveller masuk menuju kuil, melewati torii yang panjang.

Torii, Fushimi Inari Shrine
Torii, Fushimi Inari Shrine
1000 Gerbang di Fushimi Inari
1000 Gerbang di Fushimi Inari
Tangga Menuju Torii
Tangga Menuju Torii
Kuil Fushimi Inari di Malam Hari
Kuil Fushimi Inari di Malam Hari

Aku sangat menikmati keindahan gerbang yang tidak habis-habis sampai ke belakang. Gerbang warna merah yang disoroti lampu semakin cantik dan kuil yang semakin malam semakin bagus karena cahaya lampu.

Kyoto Tower – Menikmati Cantiknya Kyoto Tower di Malam Hari 

Aku dan Kyoto Tower
Aku dan Kyoto Tower
Dia dan Kyoto Tower
Dia dan Kyoto Tower

Kyoto Tower adalah landmark di daerah Kyoto. Kyoto Tower terletak di dekat Kyoto Station. Kalian bisa berjalan kaki sekitar 5 menit saja dari Kyoto Station.

Ngomong-ngomong Kyoto Station nih yang sudah aku sedikit bahas di atas, karena aku sangat terkagum-kagum besaaaar banget. Kyoto Station memiliki lebih dari 12 jalur kereta.

Kyoto Station menjadi penghubung dari hotel, mall, pusat perbelanjaan, museum, kantor polisi, terminal bus dan kantor pemerintahan kota dalam satu atap bangunan. Kyoto Station memiliki panjang lebih dari 600 meter dan 15 lantai bangunan. Pantas aja aku terkagum-kagum ternyata memang besar banget, loker koin aja ada banyak sekali di spot-spot yang mudah ditemukan.

Kyoto Tower bisa kamu naiki loh traveller. Disana buka pukul 09.00 hingga pukul 20.40 malam. Harga tiketnya 770 Yen untuk dewasa, 620 Yen untuk pelajar SMA, 520 Yen untuk pelajar SMP dan SD, serta 150 Yen untuk balita.

Di kyoto Tower kamu bisa menikmati panorama kota Kyoto dari ketinggian. Tower seberat 800 ton ini letaknya berada di atas gedung membuat bentuknya seperti lilin dengan tatakan lilin di bawahnya.  Di ketinggian kita bisa memandang Arashiyama di sebelah barat, Kuil Nijo di bagian utara, serta kuil kiyomizudera di bagian timur.

Sudah puas melihat pemandangan kota Kyoto dari ketinggian, travellers bisa beristirahat sejenak di Sky Lounge. Sky Lounge berada di bagian “tatakan lilin” Kyoto Tower.

Di lantai dasar, travellers akan menemukan toko souvenir yang menjual oleh-oleh khas Kyoto. Aksesnya sangat mudah dijangkau, sehingga mudah sekali ditemukannya.

Sudah puas berfoto dengan Kyoto Tower, aku bersiap mengambil koper untuk melanjutkan perjalanan dengan bus malam menuju Tokyo. Kami memilih stasiun Kyoto untuk tempat menaiki bus malam, biar nyaman menunggu bus di stasiun besar.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here